Minggu, 19 Januari 2014

JURNAL PENGEMBANGAN SISTEM REMOTE ACCESS JARINGAN BERBASIS CLIENT SERVER (MANAJEMEN DATA TELEMATIKA)

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
TUGAS PENGANTAR TELEMATIKA
 


Nama Kelompok :

-         LAKSA AGUNG PRABOWO
-         BANU SATRIA IMAM ANGGARA
     RICKY KURNIAWAN
    
      KELAS : 4KA11



ABSTRAKSI

Kata Kunci : Manajemen Data Telematika, Client Server, Sistem Remote Access Jaringan

Penerapan jaringan komputer pada laboratorium jaringan komputer membutuhkan sistem manajemen jaringan, fungsi manajemen jaringan menggunakan sistem remote access ialah sebagai aplikasi manajemen sebuah jaringan agar bisa memonitor dan mengontrol suatu jaringan dari lokasi tertentu pada jaringan berbasis client server, Tujuan penelitian adalah membuat aplikasi sistem remote access untuk mengontrol beberapa client yang sedang aktif didalam jaringan dan melengkapi fungsi manajemen jaringan komputer lokal. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode RSJK (Rekayasa Sistem Jaringan Komputer) untuk analisis rekayasa sistem jaringan Lokal dan Pengembangan perangkat lunak menggunakan metode The Linear Sequential untuk perancangan antar muka remote acces. Rancangan jaringan komputer lokal berbentuk client server dengan topologi star. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan ini dapat membantu mempermudah administrator jaringan melakukan pemantauan terhadap penggunaan komputer dengan memanfaatkan jaringan, Stabilitas aktifitas yang terjadi pada jaringan bisa terpantau oleh Administrator server (Tutor) meskipun jumlah tutor terbatas sehingga proses evaluasi praktikum bisa terpantau tanpa langsung menemui secara langsung ke tempat komputer client, Manfaat jaringan komputer seperti resource sharing, efektif dan efisien dan hingga menekan biaya operasional menjadi alasan penting dalam munculnya teknologi jaringan oleh karena itu agar pemanfaatan teknologi jaringan komputer bisa maksimal maka penting sekali menerapkan sistem manajemen jaringan bagi seorang administrator pada jaringan lingkup LAN atau lingkup jaringan besar agar setiap kesalahan dalam rekayasa sistem jaringan bisa terhindari seminimal mungkin.
Daftar Pustaka (2012-2013)
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul.............................................................................................................................i
Abstraksi....................................................................................................................................ii
Daftar Isi...................................................................................................................................iii
Bab I  PENDAHULUAN...........................................................................................................1
1.1  Latar Belakang...........................................................................................................1
Bab II TINJAUAN PUSTAKA..................................................................................................2
2.1 Jaringan Komputer...................................................................................................2
2.2 Remote Access.........................................................................................................2
Bab III ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN...................................................................3
           3.1 Desain Sistem............................................................................................................3
    3.2 Diagram Alir Remote Access.....................................................................................3
    3.3 Pengkodean................................................................................................................6
  
    3.4 Testing dan Implementasi Sistem..............................................................................6
    3.5 Review & Evaluation...............................................................................................10
Bab IV PENUTUP...................................................................................................................11
           4.1 Kesimpulan..............................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................12



BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Pengembangan aplikasi sistem remote access menjadi alternatif dalam manajemen jaringan komputer, baik pengelolaan kegiatan praktikum, evaluasi kegiatan praktikum sampai kegiatan maintenance, prinsip remote access sejalan dengan pengembangan jaringan berbasis client dan server dimana client di ibaratkan sebagai peserta praktikan dan server sebagai tutor (asisten praktikan).
Sebelumnya aplikasi sejenis sistem remote access telah dirancang dan diterapkan diberbagai bidang seperti bidang perkantoran, pendidikan, dan pemerintahan. Di bidang perkantoran contohnya Pengembangan Perangkat Lunak Pemantauan Jarak Jauh (Remote Monitoring (Handaya, 2005), dibidang pendidikan contohnya Analisis Dan Desain Sistem Resource Monitoring Pada Jaringan Komputer Berbasis Protokol TCP/IP (Indra, Dkk, 2004) dan dibidang pemerintahan contohnya Rancang Bangun Aplikasi Remote untuk Administrasi LAN (Hermoko, Dkk, 2006).
Aplikasi sistem remote access yang telah dirancang diatas terdapat beberapa kekurangan dan beberapa permasalahan seperti kurangnya fitur/fasilitas dalam memenuhi syarat manajemen jaringan.
Oleh karena itu aplikasi remote access ini memerlukan pengembangan lagi diantaranya pengembangan fitur monitoring desktop client hal ini berkaitan dengan alternatif solusi dari permasalahan pengawasan berbagai komputer yang terhubung didalam jaringan, monitoring network client dan masalah otoritas keamanan aplikasi berupa manajemen password user didalam aplikasiserver agar tidak terjadi penyalahgunaan aplikasi, serta kebanyakan perangkat lunak remote access yang telah ada selama ini lebih mengutamakan fasilitas utama pada server, tetapi disuatu saat mungkin fitur dari client juga perlu dikembangkan seperti fasilitas fiturchating dengan administrator, fitur remote file dari client ke server, dan fitur File Transfer Protocol (FTP) untuk memudahkan setiap client yang membutuhkan alat komunikasi data di dalam jaringan hal ini berkaitan dengan alternatif solusi dari permasalahan proses komunikasi data. Tujuan umum dari penelitian ini ialah mengembangkan aplikasi sistem remote access jaringan berbasisclient server, bertujuan untuk mengembangkan fasilitas server meliputi : file sharingmonitoring desktop clientnetwork monitordan keamanan aplikasi. fasilitas client meliputi : chatting dari client ke serverremote file manager LAN (Local Area Network), dan FTP (File Transfer Protocol).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jaringan Komputer
Jaringan didefinisikan oleh Wirija (2002) adalah Jika Komputer dimana anda bekerja
berhubungan dengan komputer lain dan peralatan lain sehingga membentuk suatu group, Jadi sistem jaringan (Networking system) dapat disimpulkan bahwa bagaimana komputer tersebut bisa saling berhubungan serta mengatur sumber yang ada.
2.2  Remote Access
Remote access didefinisikan oleh Utomo, Dkk (2010), Remote access merupakan sistem yang bisa digunakan dalam pengendalian suatu manajemen jaringan, dimana administrator dapat dengan mudah mengontrol dan mengawasi komputer client, berinteraksi dengan user, backup data, atau aktifitas lainnya. Sedangkan menurut Dhawan (1998) dalam Eliminate Guess Work (2010), Remote Access adalah kemampuan untuk terhubung dengan resource pada suatu network sentral dari suatu lokasi.
Ini berarti menggunakan sebuah PC dan modem di satu tempat, lewat kabel telepon, terhubung ke suatu PC atau server pada network utama suatu perusahaan.
Secara umum aplikasi remote access mempunyai beberapa fungsi dalam manajemen jaringan, menurut wahana dan andi (2010), dalam bukunya Cara Jitu Pengelolaan Jaringan Windows dengan Remote Desktop dan Administration, ada beberapa kegunaan remote access/Remote Desktop yang lazim diantaranya;
- Mengendalikan komputer lain dari lokasi yang remote, misalnya untuk mengakses software
   di komputer yang ada di divisi atau bagian lain di perusahaan oleh pengguna technical
   support perusahaan diruang kerjanya.
- Mematikan komputer dari jarak jauh.
- Menghidupkan ulang komputer/restart dari jarak jauh.
- Memodifikasi setting registry komputer lain dari jarak jauh.
- Mengawasi penggunaan komputer lain dari jarak jauh.
- Membantu pengguna lain memecahkan masalah di PC-nya dari jarak jauh.
- Mengawasi penggunaan program berjalan / internet dari jarak jauh.
- Pemeliharaan (maintenance) komputer dari jarak jauh.
Sharing resource dari jarak jauh.



BAB III
ANALISA HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Desain Sistem
Sebagai upaya untuk memperjelas cara kerja sistem yang akan dibuat, maka perlu disajikan diagram perancangan sistem secara umum dan khusus. Dengan melihat kelemahan serta kebutuhan sistem yang berkaitan dengan tool administrator jaringan baik untuk aplikasi Tutor (Admin Server) maupun Peserta Praktikan (User/Client).
1.      DFD level 0
Pada gambaran ini menunjukan apa saja yang dilakukan oleh seorang admin didalam menu sistem aplikasi server remote access, yaitu melakukan ping network untuk mengetahui host-host yang aktif, sesi koneksi ialah untuk menghubungkan dengan aplikasiclient, kendali file explorer dari server, komunikasi chat dan pesan, dan kendali registry windows client seperti shut down,restart, logoff, hide menu windows,taskbar, dan mengatur password login, monitoring aktifitas melalui capture/perekaman desktop serta monitoring aplikasi yang sedang berjalan di komputer client. Sedangkan pada user/client aktifitas yang bisa dilakukan didalam menu sistem aplikasi client remote access ialah chating Remote file manager, dan menu File Transfer Protocol (FTP).




Gambar 1. DFD Level 0
3.2 Diagram Alir Remote Access
1.      Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Server ke Client
Gambar 2. Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Server ke Client.
2.      Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Client Ke Server
Sedangkan untuk diagram alir proses pembentukan sistem remote dari client ke server ialah sebagai berikut.

Gambar 3. Diagram Alir Proses Pembentukan Sistem Remote dari Client ke Server
3.3  Pengkodean
Tahap selanjutnya dalam pengembangan aplikasi sistem remote access ini ialah pembuatan code, Pengkodean merupakan proses menterjemahkan desain ke dalam suatu bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer. Pengkodean program aplikasi sistemremote access ini terbagi kedalam dua bagian, yaitu code program server dan code program client. Bagian ini hanya menjelaskan sumber setiap code yang dikembangkan disetiap form yang terdapat pada aplikasi server dan client, termasuk didalamnya untukcode pada module untuk selengkapnya code apkikasi remote acccess ini selanjutnya bisa hubungi penulis lewat email. Dan setiapcode didapat dari beberapa buku dan sumber forum programing Visual Basic dengan mengikuti aturan dan kaidah pengutipan danpengembangan listing program, Amperiyanto (2009), VB Opensource (2012), Programer VB Indonesia (2012).
3.4 Testing dan Implementasi Sistem
Pengujian (Test) perangkat lunak Remote Access dilakukan terhadap beberapa fungsi yang berhasil dikembangkan saja meliputi aplikasi Server dan Client, dengan menggunakan metode pengujian Blackbox testing menurut Pressman (2001) dan menurut sukamto (2008), secara teknis didalam melakukan pengujiannya, aplikasi ini dicoba dalam suatu jaringan secara Client Server dengan topologi StarBlackbox testing terfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak.
Blackbox testing cenderung untuk menemukan hal-hal berikut:
1. Fungsi yang tidak benar atau tidak ada
2. Kesalahan antarmuka (interface errors)
3. Kesalahan pada struktur data dan akses basis data
4. Kesalahan performansi (performance errors)
5. Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Langkah tersebut selanjutnya akan dibahas hingga pengujian akses database. Pengujian aplikasi Server meliputi pengujian fungsisystem tray, Network Monitor, Capture Desktop, dan Password Management. Sedangkan untuk aplikasi Client pengujian dilakukan pada fungsi Remote
File Manager, fungsi Chatting dan File Transfer Protocol
1. Testing Fungsi System Tray
Pada aplikasi server dan client dikembangkan fungsi system tray pengujian berhasil dilakukan seperti gambar berikut :

Gambar 4. Hasil Testing Fungsi System Tray Aplikasi Server
2. Testing Fungsi Network Monitor
Testing fungsi network monitor dikembangkan pada aplikasi
manajemen pengawasan stabilitas jaringan.

Gambar 5. Testing Fungsi Network Monitor Aplikasi Server
3. Testing Fungsi Capture Desktop
Testing fungsi network monitor dikembangkan pada aplikasi server manajemen pengawasan stabilitas jaringan.
Gambar 6. Testing Fungsi Capture Desktop Aplikasi Server
4. Testing Fungsi Password Management
Fungsi password management dikembangkan pada aplikasi server yang bertujuan agar tidak terjadi penyalahgunaan aplikasi dari server, sehingga hanya administrator yang telah ditugaskan
Gambar 7. Testing Fungsi Password Management Aplikasi Server
5. Testing Fungsi Remote File Manager Client
Pengujian dilakukan dengan client menentukan IP server dan port server yang akan diremote file-nya, fitur remote file manager pada aplikasi client berbeda dengan fitur kendali explorer server, hal ini dimaksudkan agar tidak sembarang server (tutor). Pengujian dilakukan dengan status koneksi telah mengijinkan koneksi remote file maka hasilnya seperti berikut:
Gambar 8 Testing Fungsi Remote File Manager Client
6. Testing Fungsi Chatting ke Server
Fitur chatting client hanya diperuntukan untuk berkomunikasi dengan admin server (Tutor), hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi diskusi atau tukar hasil pekerjaan antar peserta praktikan.
Gambar 9 Testing Fungsi Chatting Aplikasi Client
7. Testing File Fungsi Transfer Protocol.
Pengujian File Transfer protocol dilakukan disaat komputer Client terhubung ke Internet dengan terlebih dahulu memulai (button Start Internet Session) untuk melakukan file transfer terhadap salah satu web server, ambil contoh penulis menggunakan dengan IP 31.170.160.90 jika username dan password sudah terisi dengan benar maka koneksi terhadap web server bisa berjalan, direktori file protocol ini baru dikembangkan hingga fitur download dan upload.
Gambar 10 Testing Fungsi File Transfer Protocook Aplikasi Client
3.5  Review dan Evaluation
Meninjau kekurangan sistem pada laboratorium komputer yang menerapkan sistem jaringan  lokal area beberapa kekurangan seperti permasalahan fungsi manajemen jaringan dari server, kendali, pengawasan, serta kekurangan dari permasalahan komunikasi data dari client. Maka dengan pengembangan sistem remote access ini beberapa fungsi praktikan dapat terakomodasi, dari sisi administrator server (Tutor Praktikan) dapat dengan mudah melakukan pengawasan, kendali dan evaluasi praktikum, dari sisi client (Peserta Praktikan) komunikasi data menjadi mudah.



BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil Tinjauan teoritis, Analisis serta Desain sistem Remote Access yang telah diuraikan, kesimpulan dari hasil penelitian yang dapat diambil adalah sebagai berikut :
1.      Perangkat lunak yang dikembangkan ini dapat membantu administrator jaringan untuk melakukan pemantauan terhadap penggunaan komputer dalam jaringan.
2.      Stabilitas aktifitas yang terjadi pada jaringan bisa terpantau oleh Administrator server (Tutor) meskipun jumlah tutor terbatas sehingga proses evaluasi praktikum bisa terpantau tanpa langsung menemui secara langsung ke tempat komputer client (Peserta Praktikan).
3.      Manfaat jaringan komputer seperti resource sharing, efektif dan efisien dan hingga menekan biaya operasional menjadi alasan penting dalam munculnya teknologi jaringan oleh karena itu agar pemanfaatan teknologi jaringan komputer bisa maksimal maka penting sekali menerapkan sistem manajemen jaringan bagi seorang administrator pada jaringan lingkup LAN atau lingkup jaringan besar agar setiap kesalahan dalam rekayasa sistem jaringan bisa terhindari seminimal mungkin.
4.      Beberapa fitur yang telah dikembangkan akan mengakomodasi beberapa tugas Tutor dalam memanajemen jaringannya.
5.      Pengembangan aplikasi sistem remote access dilakukan pada aplikasi client dan aplikasi server yang memuat menu-menu pilihan dengan menyesuaikan kebutuhan client dan administrator server, sehingga mudah mengoperasikannya.
DAFTAR PUSTAKA




[1] Rosa Ariai Sukamto (2008) Black-Box Testing Retrived Februari 2012, Sumber: :
      



http://kikifirmansyah.blog.upi.edu/2009/10/01/black-box-testing/.


[2] (Jurnal Online Sistem) Anindito, “Akuisisi Data dan Pengendalian Jarak Jauh Jaringan
      

Menggunakan TCP/IP”,Vol 1, Jurnal Teknologi Industri, (2000)

JURNAL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISTEM KELISTRIKAN BODY MOBIL BERBASIS MULTIMEDIA PADA JURUSAN OTOMOTIF

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER & TEKNOLOGI INFORMASI
TUGAS PENGANTAR TELEMATIKA
Nama Kelompok :
-         LAKSA AGUNG PRABOWO
-     BANU SATRIA IMAM ANGGARA
-    RICKY KURNIAWAN
ABSTRAKSI
Aplikasi Pembelajaran Interaktif body listrik dalam program otomotif menggunakan aplikasi untuk sistem belajar siswa dalam program otomotif. Aplikasi ini dibuat dengan menggunakan Adobe Flash C3 Software . Aplikasi ini menggunakan video tutorial dan animasi tentang simulasi langkah kerja dalam body listrik otomotif .
Tujuan dari aplikasi ini adalah para siswa dapat lebih memahami tentang body listrik karena sampai sekarang pembelajaran interaktif tubuh listrik hanya menggunakan referensi buku , modul , dan berdiri untuk praktikum sehingga pembelajaran yang membuat siswa bosan dan malas untuk belajar.
Penerapan body listrik berbasis multimedia dapat membantu para siswa untuk pembelajaran body listrik .
DAFTAR ISI
JUDUL
ABSTRAKSI
DAFTAR ISI
BAB I                          PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
BAB II                         LANDASAN TEORI
2.1       Pengenalan Multimedia
2.2       Tahap – tahap Pembangunan Multimedia
BAB III            ANALISI DAN PEMBAHASAN
3.1       Analisis
3.1.1    Identify
3.1.2    Understand
3.1.3    Analyze
3.1.4    Report
            3.2       Pembahasan
3.2.1    Pembuatan Objek
3.2.2    Perekaman dan Pengeditan Suara
3.2.3    Import Image
3.2.4    Import Suara
3.2.5    Membuat Tombol
3.2.6    Membuat Animasi
BAB IV           PENUTUP
                        4.1       Kesimpulan
4.2              Saran
DAFTAR PUSTAKA
           
BAB I. PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Materi Kelistrikan body dalam sebuah pelajaran teknik otomotif sangatlah penting dalam proses belajar mengajar. Pelajaran ini mempunyai aspek penting yang berhubungan langsung dengan cara-cara mengajar yang efektif dan efisien agar para murid dapat mengerti dan jelas apa yang disampaikan pada mata pelajaran kelistrikan body mobil.
Dalam proses belajar mengajar yang ada saat ini adalah dengan menggunakan buku dan modul serta stand untuk praktikum. Materi kelistrikan body ini diajarkan selama 2 (dua) minggu dalam satu tahun pada setiap kelas.
BAB II. LANDASAN TEORI
2.1              Pengenalan Multimedia
Panduan untuk menguasai multimedia harus dimulai dengan definisi multimedia. Dalam industri elektronika, multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks (McCormick,1996) atau multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (turban dkk. 2002) atau multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001).
Definisi yang lain dari multimedia, yaitu dengan menempatkannya dalam konteks, seperti yang dilakukan oleh Hofstetter (2001), multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia, yaitu :
  • Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, yang berinteraksi dengan kita.
  • Kedua, harus ada link yang menggabungkan kita dengan informasi.
  • Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jarinagan informasi yang saling terhubung.
  • Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada kita untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dan ide kita sendiri.
Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti yang luas namanya. Misalnya, jika tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka itu namanya media campuran, bukan multimedia. Jika tidak ada link yang menghadirkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan multimedia. Demikian juga kita mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi, bukan multimedia. Dari beberapa definisi di atas, maka multimedia ada yang online (Internet) dan multimedia yang offline (tradisional).
2.2              Tahap – tahap Pembangunan Multimedia
Pengembangan multimedia dilakukan berdasarkan 6 tahap, yaitu concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution.

BAB III. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
3.1       Analisis
Tujuan utama dari analisis sistem (sistem analis) mengidentifikasi dan mengevaluasi masalah, hambatan, kesempatan, dan kebutuhan yang ada untuk kemudian dilakukan pembenahan. Analisis sistem merupakan salah satu tahapan dalam pengembangan sistem. Tahap analis sistem merupakan tahap yang sangat penting, karena terjadi kesalahan pada ini akan berdampak juga pada tahap berikutnya. Tahap analisis dilakukan setelah perancangan sistem dan sebelum desain sistem.
Dan seorang analis harus melakukan beberapa langkah – langkah sebagai berikut :
3.1.1    Identify
Mengidentifikasikan permasalahan-permasalahan yang ada, dimana suatu masalah adalah pertanyaan yang harus dapat dipecahkan untuk mencapai sasaran- sasaran yang diharapkan. Langkah-langkah didalam tahapan ini adalah identifikasi terhadap penyebab masalah, titik keputusan , dan personil-personil kunci.
3.1.2    Understand
Langkah selanjutnya adalah memahami cara kerja sistem yang sedang berjalan. Untuk dapat memahami sistem yang ada diperlukan data-data yang diperoleh dari langkah pertama identifikasi secara terinci. Tugas yang dilakukan meliputi penentuan jenis penelitian, perencanaan jadwal penelitian, pembuat tugas penelitian, pembuat agenda penelitian dan pengumpulan hasil penelitian.
3.1.3    Analyze
Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian, maka dilakukan analisis hasil penelitian. Dimana dalam hal ini diperlukan suatu pengalaman yang cukup mendapatkan hasil maksimal, karena biasanya seorang analis sistem yang baru merasa kesulitan pada tahapan ini. Analis sistem dilakukan harus dapat menjawab pertanyaan apa, bagaimana, siapa dan dimana sistem tersebut dikerjakan? Kemudian mengapa dikerjakan, perlukah dikerjakan dan apakah yang telah dikerjakan dengan baik?
3.1.4    Report
Langkah terakhir ini analis sistem adalah pembuatan laporan dari hasil-hasil penelitian yang kemudian dicatat didokumentasikan sebagai panduan untuk mendesain sebuah sistem.
3.2              Pembahasan
Tahapan produksi adalah tahapan dimana semua pekerjaan dan aktifitas yang dilakukan sebelum multimedia diproduksi secara nyata. Kegiatan produksi sistem salah satunya adalah pembuatan desain grafis yang mendukung tampilan semua aplikasi, mulai dari teks, memasukkan animasi, yang nantinya semua elemen tersebut digabungkan dalam software utama dalam pembuatan aplikasi ini yaitu Adobe Flash CS3.
            3.2.1    Pembuatan Objek
Pembuatan objek dengan yaitu dengan menggunakan Adobe Ilustrator CS3 lalu ke proses animating di Adobe Flash Cs3.
3.2.2        Perekaman dan Pengeditan Suara
Perekaman suara dalam pembelajaran ini menggunakan software Adobe Soundboot CS3. Berikut proses perekaman suaranya:
1.      Buka software Adobe Soundboot CS3
2.      Pilih file clik record
3.      Setelah muncul tampilannya kemudian klik OK;
4.      Mulai merekam, klik tombol record kemudian setelah selesai klik tombol stop dan untuk mendengarkan hasil rekamannya klik play ;
5.       Simpan dengan format wav (.wav) dan berilah nama file sesuai dengan rekamannya. Misalnya : intro.wav , lampu kota.wav , lampu dekat.wav , dan lain-lain.
Setelah perekaman suara dilakukan, maka akan dilakukan pengeditan suara yang telah direkam dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.      buka Adobe Soundboot CS 3
2.      pilih File → open;        
3.      misal pilih intro.wav;
4.      setelah file suara telah ada atau siap pada layar kerja Adobe Soundboot CS 3, barulah kita melakukan pengeditan atau membuang isi file suara yang tidak diperlukan yaitu dengan cara mengeblok bagian yang akan dihapus, lalu tekan tombol delete pada keyword, secara otomatis file yang diblok akan terhapus. 
5.      kemudian suara yang telah dipotong kemudian disimpan dengan cara pilih File → Save As. Hasil (suara) yang telah diolah disimpan dengan format wav (.wav) → ok.
3.2.3        Import Image
Import image ada 2 macam, yaitu import image to library dan import image to stage. Dalam pembuatan aplikasi ini digunakan import image to library. Berikut ini adalah tahap-tahap import image to library:
1. Buka software Adobe Flash CS3
2. Create new flash file (ActionScript 2.0)
3. Setting ukuran yang digunakan:
- Ubah ukuran (sebesar 600 x 400 pixel)
4. Import image background to library
3.2.4        Import Suara
Suara yang telah melakukan proses pengeditan kemudian diimportkan ke dalam software flash.
3.2.5        Membuat Tombol
Pada pembuatan tombol di dalam adobe flash ada 2 cara yaitu melalui common libraries atau dengan membuat tombol manual.Berikut langkah-langkahnya.
1 . Melalui Commond Libraries
1. Pilih menu windows  -> commond libraries -> Button
2. Pilih salah satu tombol yang diinginkan kemudian drag ke stage pada flash.
2. Membuat tombol manual
1.      Membuat kotak menggunakan rectange tool, kemudian diatur tepinya.
2.      Setelah itu drag bentuk simbol pada lembar kerja.
3.      Klik kanan pilih convert to symbol.
4.      Beri nama button, lalu klik dua kali pada button tersebut agar dapat dilakukan pengaturan warna pada button.
5.      Buat layer baru  -> tekan F9 dan beri action script
3.2.6        Membuat Animasi
Adapun langkah-langkah membuat animasi kotak :
1.      bikin kotak lalu convert to symbols (F8);
2.      movie clip (sebaiknya objek dijadikan graphic sebelum di motion "agar ketika dimotion tidak jadi dua graphic");
3.      pilih frame titik awal & akhir, klik kanan -motion tween-;
4.      tentukan pada titik akhir untuk gerakan object.
BAB IV. PENUTUP
4.1       Kesimpulan
Kecanggihan teknologi komputer pada saat ini sudah sangat tinggi, untuk itu dibutuhkan teknologi yang tepat agar guru dan siswa dapat memanfaatkannya dengan baik. Media pembelajaran simulasi merupakan salah satu cara yang tepat untuk mempermudah dan mempercepat penyampaian suatu materi pelajaran tertentu dalam bentuk visual ataupun audiovisual. Terutama dalam bidang pendidikan.
Agar proses belajar mengajar, khususnya pada materi kelistrikan bodi berjalan dengan baik, guru dapat memberikan materi pelajaran dan siswa dapat menyerap materi tersebut secara maksimal, sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan, maka dibutuhkan sarana pendukung yang memadai salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran dengan system aplikasi multimedia.
4.2       Saran
Untuk pengembangannya, aplikasi ini dapat dibuat sebagai multimedia yang dinamis yang terhubung dengan Basis Data sehingga pengguna aplikasi  dapat menambah atau mengurangi materi sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
  1. http://repository.amikom.ac.id/files/Publikasi_07.11.1483.pdf
  2. M. Suyanto. 2005. MULTIMEDIA Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Andi Offset.
3.      Ariesto Hadi Sutopo. 2003. Multimedia Interaktif dengan Flash. Yogyakarta: Graha Ilmu.